Pages

bahaya bahan kimia etanol

Menurut Siswandoyo, etanol dan methanol sebenarnya masih satu  golongan dengan alkohol, bedanya adalah rumus kimianya yakni etanol adalah C2H5OH sedangkan metanol berumuskan CH3OH dan tentu sifat-sifatnya juga ada perbedaan, walaupun juga banyak persamaannya.

Etanol bisa diperoleh dari hasil fermentasi buah-buahan atau gandum dan lain-lain, dan banyak dikonsumsi sebagai minuman berakohol seperti bir, anggur (wine), brandy dan lain-lain.

Sedangkan metanol umumnya bukan dikonsumsi sebagai minuman, karena sifatnya yang lebih beracun dan dipakai sebagai bahan bakar seperti spiritus yang berwarna biru itulah methanol.

"Warna tersebut supaya orang bisa membedakan dan tidak menggunakan secara salah,? katanya.

Dia menjelaskan, methanol  merupakan cairan yang jernih tidak bewarna dan merupakan cairan yang mudah terbakar. Metanol dapat dibuat dengan mereaksikan hydrogen dengan karbon monoksida atau karbon dioksida.

Methanol dibuat dari destilasi kayu, makanya juga disebut juga alkohol kayu, cairan ini banyak dipakai pada industri sebagai starting material pembuatan sebagai bahan kimia seperti folmaldehid, asam asetat, metakrilat, etilen glikol.       

Selain itu juga banyak dipakai sebagai cairan pembersih kaca mobil, pembersih karburator, antibeku, toner mesin fotokopi dan bahan bakar.

Bahaya methanol bagi kesehatan yakni sangat mudah diserap oleh tubuh melalui rute pemberian (oral, inhalasi, topical). Didalam hati (liver) methanol akan dioksidasi menjadi formaldehid (formalin) dengan bantuan enzim alkohol dehydrogenase dan kemudian dimetabolisir lebih lanjut menjadi asam format oleh enzim formaldehid dehidrogenase,? katanya.

            Kegiatan sosialisasi ini merupakan upaya pihaknya menekan angka kenakalan remaja di kabupaten pedalaman Sungai Barito ini, karena dalam sepekan terakhir sebanyak 15 orang remaja termasuk seorang perempuan meninggal dunia dan tujuh orang dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Muara Teweh akibat minuman keras  oplosan berupa campuran alkohol berkadar 70 persen dan 90 persen (molex) dengan minuman suplemen dan sejumlah obat-obatan.

            "Kami harapkan dengan sosialisasi ini masyarakat terutama orang tua mampu mengawasi anaknya dalam penggunaan bahan yang berbahaya itu," katanya.
(Sumber: PhinisiNews/Ant)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar